Zenit St Petersburg harus senang share satu point atas tamunya Lazio, sesudah bermain seri 1-1 di pertandingan penyisihan Group F Liga Champions Eropa yang berjalan di Gazprom Ajang, Petersburg, Rusia, Kamis (5/11).

1 gol keunggulan Zenit sukses dibuat Aleksandr Yerokhin waktu pertandingan masuk menit ke-32′ habis manfaatkan umpan tandukan yang dilepaskan Artem Dzyuba. Sebelumnya terakhir team berjulukan Baincocelesti itu menyamai posisi di menit ke-82′ melalui Felipe Caicedo.

Zenit serta Lazio tampil terlihat seimbang semenjak semprit paruh pertama ditiupkan. Coba sama-sama kuasai bola, ke-2 team terus tidak berhasil tembus barisan pertahanan serta cuman sanggup bermain di baris tengah.

Ketinggalan 1 gol semenjak paruh pertama membuat Lazio tampil menyerang semenjak semprit paruh ke-2 ditiupkan. Tetapi, dari beberapa kesempatan yang terbentuk tidak ada satu juga yang berbuntut gol.

Waktu laga akan usai untuk kemenangan Zenit, Felipe Caicedo yang tiba dari kursi cadangan berhasil mengubah posisi jadi imbang jadi 1-1, waktu waktu normal tersisa delapan menit.

Sepakan keras kaki kiri dari dalam kotak penalti manfaatkan umpan Francesco Acerbi tidak berhasil disetop oleh Mikhail Kerzhakov, membuat posisi kembali lagi beralih untuk ke-2 team.

Zenit yang dikejuti oleh gol Caicedo coba bangun. Seringkali kesempatan tuan-rumah untuk membalik kondisi terbentuk, tetapi tidak ada yang berbuntut gol sampai semprit panjang ditiupkan.

Hasil seimbang ini membuat Zenit ketahan di peringat terikuth Group F dengan koleksi satu point, sedang Lazio ketahan di rangking dua dengan koleksi lima point.

Zenit St Petersburg 1-1 Lazio

Pertandingan ketiga fase Grup F Liga Champions Eropa 2020-2021

Gazprom Arena, Petersburg, Rusia, Kamis / 5 November 2020

Kickoff: 00.55 wib

Wasit: Artur Dias

Gol: Aleksandr Yerokhin (32′), Felipe Caicedo (82′)

Susunan Pemain:

Zenit (4-1-4-1): Mikhail Kerzhakov (GK); Vyacheslav Karavaev, Dejan Lovren, Yaroslav Rakitskiy, Douglas Santos; Wilmar Barrios; Aleksandr Yerokhin, Magomed Ozdoev, Daler Kuzyaev, Yuri Zhirkov; Artem Dzyuba. Pelatih: Sergey Semak.

Lazio (3-5-2): Pepe Reina (GK); Patric, Wesley Hoedt, Francesco Acerbi; Adam Marusic, Jean-Daniel Akpa-Akpro, Marco Parolo, Sergej Milinkovic-Savic, Mohamed Fares; Joaquin Correa, Vedat Muriqi. Pelatih: Simone Inzaghi.

Laga di antara Fulham versus West Bromwich Albion dalam minggu ke-7 Liga Inggris berjalan di Craven Cottage untuk Selasa, 3 November 2020 pagi hari.

Laga ini tentukan catatan kemenangannya atas ke-2 team.

Masalahnya Ke-2 team benar-benar belum mencetak kemenangan di Liga Inggris sampai minggu ke-7 .

Dalam laga paling akhir, Fulham harus kalah 1-2 saat hadapi Crystal Palace di minggu ke enam. Catatan pencapaian point sampai minggu ke enam yakni 1 point hasil dari 1 kali seimbang, 5 kali kalah, serta tidak pernah mencetak kemenangan sekalinya.

Sedang, untuk team tamu, West Bromwich Albion, tidak pernah mendapatkan kemenangan sampai minggu paling akhir. Catatan pencapaian mereka jauh lebih baik dari team tuan-rumah, 3x seimbang serta 3x kalah pada musim ini.

Laga di antara Fulham versus West Brom pasti jadi gelaran pembuktian untuk raih point penuh untuk team tuan-rumah atau team tamu.

Awalnya set pertama kali diawali, Fulham bermain cukup memimpin, nampak dari permainan skema menyerbu di atas lapangan tengah sampai pertahanan West Brom.

Meski begitu, team tamu pernah memberikan ancaman pertahanan Fulham di beberapa menit awalnya set pertama kali diawali.

Sepakan Filip Krovinovic pada menit ke-18, pernah jadi kesempatan terbentuknya gol untuk West Brom. Sayang, sepakan kerasnya sukses diblok kiper.

Semenit berlalu, Fulham tukar menyerbu pertahanan West Brom. Sepakan keras Ademola Lookman sedikit melebar ke segi kanan gawang Sam Johnstone.

Pada menit ke-26, Bobby De Cordova-Reid sukses menoreh keunggulan Fulham. Bermula dari umpan sundul Aleksandar Mitrovic, Bobby sukses menyobek gawang West Brom dengan tandukan kerasnya.

Score sesaat 1-0 untuk keunggulan team tuan-rumah

Selang 4 menit selanjutnya, The Baggies sukses menoreh gol ke-2 untuk keunggulan mereka.

Sesudah terima umpan dari Mitrovic, sepakan keras serta terukur dari Ola Aina pada menit ke-30 sukses tembus segi sudut kiri gawang Johnstone.

Diakhir set pertama kali, kesempatan untuk Fulham kembali lagi ada. Sepakan keras Andre-Frank Zambo Anguissa yang ke arah tengah gawang, sukses ditepis oleh kiper.

Score 2-0 bertahan sampai set pertama kali usai.

Masuk set ke-2 , Fulham sering memberikan ancaman pertahanan West Brom melalui umpan pendek yang masuk di dalam kotak penalti. Tetapi, tidak satu juga menghasilkan gol untuk menambahkan keunggulan mereka.

West Brom terlihat susah lakukan serangan, mereka cuman memercayakan beberapa peluang untuk serbuan balik, tetapi bisa dihentikan oleh pertahanan Fulham.

Sampai babak ke-2 usai, score selalu bertahan 2-0 untuk keunggulan Fulham.

Artis aktor pertama kali James Bond, Sean Connery wafat untuk Sabtu (31/10/2020) di Bahama, Karibia.

Di dunia perfilman, Connery diketahui selaku artis berpotensi, khususnya sesudah dianya memainkan James Bond.

Saat hidupnya, Connery mempunyai profesi yang panjang serta sering jadi bintang di beberapa film yang dimainkannya.

Berkenaan berita meninggalnya yang diverifikasi faksi keluarga, dunia perfilman juga berasa kehilangan figur “James Bond” ini.

Lalu, semacam apa sepak terjang Sean Connery saat hidupnya?

Dikutip dari The New York Times (31/10/2020), awalnya profesi Sean Connery berperanan selaku “James Bond” di film Dr No untuk 1962.

Film ini adalah film James Bond pertama kali.

Dijumpai, film ini didasari untuk novel Kreasi Ian Fleming dengan judul yang serupa yang keluar untuk 1958.

Penyesuaian ke layar-lebar

Selanjutnya, novel itu diadaptasikan ke layar-lebar oleh Richard Maibaum, Johanna Harwood, serta Berkely Mather.

Disamping itu, Connery memutus menikah dengan seorang artis yang ditemuinya di acara “Anna Christie”, Diane Cilento untuk 30 November 1962.

Dari pernikahan ini, mereka memiliki anak namanya Jason Connery.

“From Russia with Love” adalah film James Bond ke-2 yang dikeluarkan untuk 1963.

Dijumpai, film ini ialah lanjutan dari film Dr No.

Seterusnya, Connery beradu peranan bersama Pinggir Hedren (Marnie Edgar) dalam film “Marnie” yang disutradarai oleh Alfred Hitchcock untuk 1964.

Di tahun yang serupa, film “Goldfinger” atau film ke-3 seri seri James Bond sah keluarkan.

Film yang disutradarai oleh Guy Hamilton ini berbasiskan dari novel yang dengan judul sama kreasi Ian Fleming.

Tetap dengan seri seri James Bond, film ke-4 dikasih judul “Thunderball” yang dikeluarkan untuk 1965.

Kehidupan individu

Diketahui selaku peranannya yang nampak lebih kejam, pemurung, serta beresiko dibanding James Bond dalam buku Fleming, Connery jadi bintang box-office paling atas di Inggris serta AS untuk 1965.

Perolehan keberhasilan ini dicapai untuk film “From Russia With Love” (1963), “Goldfinger” (1964) serta “Thunderball” (1965).

Sesaat, Connery kembali lagi bermain dalam film “A Fine Madness” selaku penyair amoral yang mengamuk. Film ini tampil untuk 1966.

Walau demikian, seri film James Bond juga bersambung ke film ke-5 dengan judul “You Only Live Twice” untuk 1967.

Di film ini, dipandang jadi film James Bond yang tidak banyak memakai elemen novel.

Selanjutnya, peranannya diganti oleh George Lazenby dalam film “On Her Majesty’s Secret Servis” untuk 1969.

Dijumpai, pernikahannya dengan Cilento cuman berjalan 10 tahun, sampai Connery berjumpa dengan Micheline Roquebrune, seorang seniman Perancis serta pegolf di kompetisi Maroko tahun 1970.

Connery serta Cilento berpisah untuk 1973. Serta memutus menikah dengan Roquebrune untuk 1975 sampai saat ini.

Profesi melesat

Berulang-kali memainkan James Bond ternyata membuat pencinta film tindakan jadi candu dengan tindakan Connery.

Pada akhirnya, Connery dirayu kembali lagi untuk memainkan James Bond satu kali lagi untuk film ke-5 seri series James Bond dengan judul “Diamonds Are Forever” untuk 1971.

Beritanya, Connery mendapatkan penawaran 1 juta dollar AS selaku uang muka pada 12 % dari penghasilan kotor dari film itu. 

Untuk 1970-an serta 1980-an, profesi Connery perlahan-lahan melesat.

Dimulai dari ada peranan di beberapa film serta beberapa penghargaan yang dicapainya.

Di periode ini, Connery bermain untuk film “Zardoz” 1974, “The Wind and the Lion” untuk 1975, serta di flm “Robin and Marian” untuk 1976.

Selanjutnya, dia kembali lagi berperanan selaku James Bond untuk 1983 dengan judul “Never Say Never Again”.

Menurut dia, ini adalah film James Bond paling akhir untuknya selaku Agen 007.

Connery memenangi penghargaan artis terhebat dari Sekolah tinggi Seni Film serta Tv Inggris untuk “The Name of the Rose” (1986), berdasar novel Umberto Eco, di mana ia berperanan selaku biarawan era tengah yang pecahkan kejahatan.

Pria paling seksi

Penghargaan seterusnya yaitu Academy Award selaku artis simpatisan terhebat atas performanya selaku polisi jujur di kepolisian Chicago yang korup dalam “The Untouchables” untuk 1987.

Waktu itu, dia belajar berkenaan peranan selaku Jim Malone, seorang petugas polisi yang sinis serta arif yang salah satu arah ialah untuk selalu hidup diakhir gantian kerja.

Daya magnet Connery tidak menghilang bersamaan pertambahan umur.

Untuk 1989, saat dia berumur 59, dia dikukuhkan selaku orang paling seksi untuk majalah People.

Seterusnya, Connery bermain dalam seri tv “The Avengers” untuk 1998 serta “The League of Extraordinary Gentlemen” untuk 2003 yang disebut film terakhir kalinya.

Untuk 5 Juli 2000, Connery dianugerahkan gelar kebangsawanan di Istana Holyroodhouse di Edinburgh oleh Ratu Elizabeth II.

Gelar itu adalah gelar ksatria yang sudah diveto sepanjang 2 tahun oleh beberapa petinggi yang geram atas suport blak-blakannya untuk Partai Nasional Skotlandia serta peranan aktifnya dalam legitimasi referendum yang membuat Parlemen Skotlandia pertama kali dalam 300 tahun.

Tentang hal posisi rumah waktu Connery dibesarkan dengan istana mempunyai jarak kurang dari 1 mil.

Dijumpai, Connery belum pernah meniadakan tato “Scotland Forever” yang ia taruh pada lengannya saat ia berusia 18 tahun.

Ia pun tidak sempat tertarik untuk menyanggah identitasnya atau mengganti dianya jadi seorang pria Inggris.

Eredivisie, pertandingan sepak bola tingkat paling tinggi di Belanda, selekasnya memanggungkan serangkaian laga minggu ke-7 .

Klassemen sesaat dipegang Ajax Amsterdam dengan koleksi nilai 15, sama dengan Vitesse Arnhem di rangking ke-2dengan Ajax unggul beda gol 21 sebanding 8.

Beda gol begitu besar punya Ajax karena dalam laga minggu ke enam merusak VVV Venlo dengan score super mutlak 13–0. Itu rekor kemenangan paling besar dalam riwayat Eredivisie.

Ajax Amsterdam, yang ditukangi pelatih Erik ten Hag, adalah juara paling banyak Eredicvisie yaitu 34 kali, diikuti Feyenoord Rotterdam 24 kali, serta Feyenoord Rotterdam 15 kali.

Club ibukota itu finish paling atas di klassemen Eredivisie musim kemarin yang disetop di tengah-tengah jalan karena wabah Covid-19 tiada memutuskan team pemenangnya. Ajax juara Eredivisie musim 2018–2019.

Untuk matchday ke-7 ini, Ajax akan bertemu dengan Fortuna Sittard yang sedang tenggelam di landasan klassemen. Dengan begitu, dengan gampang bisa diprediksikan Ajax akan kembali lagi mengantongi n3 point.

Saat itu, Vitesse akan pergi ke Tilburg untuk melayani tuan-rumah Willem II, yang tengah menempati status kesebelas serta baru 1x menulis kemenangan sejauh Eredivisie musim ini. Jadi, Vitesse juga berkesempatan besar menambahkan 3 angka.

Jadwal lengkap pertandingan pekan ketujuh (dalam WIB):

Minggu, 1 November:

00:45   Twente Enschede vs PEC Zwolle

02:00   Ajax Amsterdam vs Fortuna Sittard

02:00   Groningen vs VVV Venlo

03:00   Willem II Tilburg vs Vitesse Arnhem

18:15   Heracles Almelo vs Utrecht

20:30   Sparta Rotterdam vs Heerenveen

20:30   Emmen vs Feyenoord Rotterdam

22:45   PSV Eindhoven vs ADO Den Haag

Senin, 2 November:

02:00   AZ Alkmaar vs RKC Waalwijk

Bulan purnama akan kembali lagi bisa dilihat malam hari ini, Sabtu (31/10/2020), yakni bersamaan dengan malam Halloween.

Merilis Ruang, Jumat (30/10/2020), bulan purnama waktu Halloween akhir kali dilihat di semua zone waktu di Bumi untuk 1944. 

Kejadian ini pun tidak segera dapat dilihat sampai 2039 kedepan.

Bulan purnama tanggal 31 Oktober ini disebutkan ” Blue Moon” atau ” Bulan Biru”. Kejadian itu termasuk jarang-jarang. Rerata, “Bulan Biru” cuman berlangsung 2,5 tahun sekali. 

Akhir kali “Bulan Biru” dilihat ialah untuk Maret 2018 kemarin. 

No, it’s not changing color—but this weekend’s Halloween “blue moon” is still a rare sight >> https://t.co/LgGk29H4Z6 #NASAHalloween pic.twitter.com/5AiJwBwqwi

— NASA Marshall (@NASA_Marshall) October 30, 2020

Bulan Biru

Merilis ABC, panggilan biru dalam “Bulan Biru” cuman hanya nama. Hingga, bulan itu tidak betul-betul memiliki warna biru.

“Bulan Biru” dipakai untuk menyebutkan bulan purnama ke-2 dalam sebulan yang serupa. 

Umumnya, ada 12 bulan purnama dalam setahun. Tetapi, kadang, ada 13 bulan purnama, yakni waktu ada “Bulan Biru” ini.

Pengertian lain menyebutkan jika “Bulan Biru” dipakai untuk memvisualisasikan bulan purnama ke-3 dari 4 bulan purnama pada sebuah musim. 

Berdasar pengertian itu, “Bulan Biru” angin-anginan seterusnya akan berlangsung untuk 22 Agustus 2022.

Sesaat, jika memadukan ke-2 pengertian itu, karena itu “Bulan Biru” seterusnya akan berlangsung untuk 31 Agustus 2023.

Bulan mikro

Tentang hal bulan purnama Halloween kesempatan ini digolongkan selaku micro-moon atau minimoon. 

Karena, kejadian ini akan berlangsung waktu bulan dekati titik terjauhnya dari Bumi dalam orbit elipsnya. 

Misalkan, untuk 30 Oktober, bulan akan ada di jarak 252.522 mil (406.394 km) dari Bumi. 

Jarak itu termasuk lebih jauh dari jarak rerata, yakni seputar 238.900 mill (384.500 km).

Harus dipahami jika orbit bulan tidak betul-betul berupa lingkaran, hingga kadang lebih dekat (perigee) atau bisa lebih jauh (apogee) ke Bumi. 

Susah untuk menyaksikan ketidaksamaan di antara perigee, bulan purnama biasa, serta apogee dengan mata telanjang.

Tetapi, menurut astronom pemula Ian Musgrave, Anda bisa menyaksikan sedikit ketidaksamaan untuk ukuran bulan bila memfotonya.

“Saya suka ambil gambar dari bulan perigee serta bulan apogee, selanjutnya memperbandingkannya,” kata Musgrave seperti diambil ABC, Sabtu (31/10/2020).

Sesaat, bulan akan ada dalam jarak paling dekatnya ke Bumi sepanjang tengah bulan, yakni waktu babak bulan anyarnya untuk 15 November 2020.

Namun, menurut astronom Fred Watson, Anda tidak bisa melihatnya.

 

“Bulan baru ada dalam arah yang serupa dengan Matahari. Jadi, kita tidak bisa menyaksikannya walau besar sebab ada di titik paling dekatnya dengan Bumi,” terangnya.