3 Ribu Ojek Langgar Larangan Berkerumun Saat PSBB Jakarta Ketat-Transisi

Posted on

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menulis lebih dari 3.000 ojek pangkalan (opang) serta ojek online (ojol) menyalahi ketentuan larangan berkerubung lebih dari lima orang. Pelanggaran itu terdaftar pada saat limitasi sosial bertaraf besar (PSBB) ketat serta PSBB peralihan.

BACA – Liverpool Vs Midtjylland, The Reds Enggan Remehkan The Wolves

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan jumlah pelanggaran itu berlangsung sejauh 14 September-25 Oktober 2020. Tetapi, dia tidak menguraikan berapakah semasing pelanggar dari opang serta ojol.

“Pemantauan ojek online serta ojek pangkalan yang berkerubung lebih dari lima orang, keseluruhan 3.622 pelanggaran (masa 14 September-25 Oktober 2020),” tutur Syafrin lewat info tercatat, Selasa (27/10/2020).

Syafrin menjelaskan, untuk PSBB ketat dari 14 September sampai 11 Oktober 2020, terdaftar lebih dari 3.152 ojol serta opang menyalahi. Mereka menyalahi larangan berkerubung lebih dari lima orang.

Disamping itu, untuk PSBB peralihan 12 Oktober-25 Oktober 2020. Opang serta ojol yang menyalahi larangan berkerubungan lebih dari lima orang sejumlah 470 orang. Larangan bergabung lebih dari 5 orang itu tercantum pada Kadishub DKI Jakarta Nomor 156 Tahun 2020.

Dijumpai, Jakarta sudah kembali lagi mengaplikasikan PSBB peralihan semenjak 12 Oktober 2020 sampai saat ini. Pemprov DKI Jakarta pernah memikat ‘rem darurat’ serta menetapkan PSBB ketat untuk 14 September-11 Oktober 2020 sebab angka masalah positif Corona di Ibu Kota makin bertambah.

(man/elz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *