Cara Bayar Denda Tilang Operasi Zebra 2020, Nggak Perlu ke Pengadilan

Posted on

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengadakan Operasi Zebra Jaya 2020, mulai dari 26 Oktober sampai 8 November 2020. Lantas bagaimana langkah bayar denda tilang untuk pelanggar yang terjaring operasi jalan raya itu?

Diterangkan Kasatlantas Polres Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardi, proses pengusutan pelanggar jalan raya Operasi Zebra 2020 dilaksanakan lewat cara e-Tilang.

“Ya biasa, seperti pembayaran tilang yang berjalan sekarang ini dengan e-Tilang,” kata Lilik, lewat pesan singkat ke detikOto, Selasa (27/10/2020).

BACA – Puluhan Polisi Jemput Gus Nur, Munjiat Sudah Mengira Sugi Nur Diperkarakan: Efek Podcast Viral

Dengan cara tersebut, pelanggar yang pengin bayar denda tilang Operasi Zebra dapat melakukan melalui mesin ATM (Anjungan Tunai Berdikari). Diambil dari situs NTMC Polri, pelanggar yang ditilang nanti akan memperoleh nomor BRI Virtual account (BRIVA).

Code BRIVA ini dipakai pelanggar untuk bayar skema e-Tilang lewat transfer bank atau mesin ATM. “Jika pelanggar punyai (program) e-Banking dapat (bayar denda) dalam tempat (operasi) sama denda optimal,” sambung Lilik.

Nah, sesudah pelanggar bayar denda tilang, karena itu dengan automatis program untuk petugas tilang akan beralih menjadi warna hijau, jika belum bayar berwarna biru.

Operasi Zebra tahun ini dikerjakan masih pada kondisi wabah COVID-19

Sesudah denda dibayar, warga bisa ambil tanda bukti yang diambil alih sama petugas tilang. Gampang kan? Serta yang pasti, pelanggar tidak perlu tiba ke pengadilan kembali untuk lakukan sidang serta bayar denda.

Selaku info, dalam Operasi Zebra 2020 yang dilaksanakan sepanjang 14 hari di depan, ada 5 tipe pelanggaran yang akan ditindak petugas yakni pertama kali menantang arus, selanjutnya tidak menggunakan helm, pelanggaran pada setop line, pelanggaran sirine serta rotator, serta lewat pundak jalan, terutamanya jalan tol.

“Aktivitas ini akan kita kerjakan dengan berbarengan sepanjang 14 hari di depan. Meskipun jatah dibanding kegiatannya ialah 40 % preemtif atau karakternya edukasi serta publikasi, 40 % protektif atau penjagaan yang dikerjakan dengan turjawali, penataan, pengamanan, pengamanan serta patroli. Serta 20 % pengusutan dengan tilang dan lain-lain,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Operasi Zebra tahun ini dikerjakan masih pada kondisi wabah COVID-19. Hingga faksi kepolisian tetap memantau prosedur kesehatan serta menghindar ada keramaian sepanjang pengusutan.

“Sebab ini periode wabah karena itu sepanjang Operasi Zebra Jaya tidak ada razia, jadi tidak ada razia di titik spesifik seperti tahun awalnya. Sebab dicemaskan ada keramaian,” tutur Sambodo.

“Tapi kami karakternya hunting, contoh ini hari 1 jam di Pasar Rumput, berpindah kembali 1 jam ke DI Pandjaitan. Berarti ada team yang motoris gunakan kendaraan patroli mutar saat ada pelanggar dilaksanakan pengusutan. Ini untuk menghindar keramaian, sebab umumnya waktu razia orang berkerubung. Karena itu realisasinya dilaksanakan dengan hunting,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *