Sistem Peringatan Dini Banjir Bagi Jakarta, Begini Sejarah Bendung Katulampa

Posted on

Beberapa daerah di DKI Jakarta kembali lagi dicelup banjir karena hujan dengan intensif sedang sampai tinggi pada Senin (21/9/2020) malam. 

Banjir yang menggenangi Ibu Kota karena beberapa unsur, salah satunya sebab intensif hujan tinggi yang berlangsung di Jakarta atau air kiriman dari daerah Bogor.

Air kiriman itu mengalir dari daerah Bogor ke Jakarta lewat Sungai Ciliwung.

Salah satunya skema peringatan awal buat Jakarta, dalam masalah banjir yang disebut air kiriman dari Bogor, ialah ketinggian air di Bendung Katulampa.

Bagaimana riwayat Bendung Katulampa?

Diambil dari Harian Kompas, 6 November 1967, Bendung Katulampa terdapat tidak jauh dari Kota Bogor, persisnya di Sidangrasa, Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Kecuali untuk skema peringatan awal banjir buat Ibu Kota, awalannya bendungan itu dibuat untuk irigasi sawah.

Harian Kompas, 14 Januari 2013, tuliskan Bendung Katulampa mulai diperkirakan Pemerintah Hindia Belanda pada 1889, lantas usai dibuat tahun 1911.

Konstruksi bangunan dibikin waktu kolonial Belanda, serta masih baik sampai saat ini. Besi yang ada jarang-jarang berkarat serta kuat.

Peranan rigasi

Bendung Katulampa memiliki empat pintu penguras serta lima pintu irigasi dengan lebar bendungan 82,5 mtr. serta tinggi mercu dari fundamen bendung 2,5 mtr..

Di Katulampa, saluran Sungai Ciliwung dari teritori pucuk dibagi jadi dua.

Saluran pertama ke Sungai Ciliwung ke arah Kota Bogor-Kabupaten Bogor-Depok-Jakarta. Sesaat saluran ke-2 ke arah Kali Baru Timur yang berperan untuk irigasi.

Dulu, luas sawah yang dipasok air dari Ciliwung selebar 7.145 hektar, tetapi sekarang ini sisa seputar 33 hektar.

Irigasi digunakan sebagai air baku beberapa perusahaan serta suplai air ke Kebun Raya Bogor serta Istana Bogor.

Bendung Katulampa tidak untuk mengatur banjir, tetapi berperan untuk pengawasan ketinggian air yang memberi teguran banjir serta pendistribusian irigasi.

Diberitakan Harian Kompas, 16 Januari 1984, Jakarta bisa mengenali kekuatan banjir dalam tempo dua belas jam awalnya dengan memerhatikan gerakan air di Bendung Katulampa.

Sesaat banjir kiriman yang bisa mencelakakan, dapat diketahui enam jam sebelum berlangsung, berdasar ketinggian air di ukuran pintu air Depok.

Bila air naik sampai tiga mtr., karena itu enam jam selanjutnya luapan sungai akan sampai di Jakarta. Pada keadaan ini, beberapa daerah terutamanya di bantaran sungai tentu digenangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *